Showing posts with label alat. Show all posts
Showing posts with label alat. Show all posts

Wednesday, January 6, 2021

LPG Residue - ASTM D2158

 








Cakupan

Menghitung material yang tidak berhubungan diatas 38°C yang terdapat dalam gas.

 

Istilah :

 

Residue

Banyaknya Volume  yang terukur dengan ketelitian 0.05mL, dari material residu yang mendidih diatas 38°C dihasilkan dari penguapan 100mL sampel pada kondisi yang telah ditentukan

 

Oil stain observation / Noda Minyak

Banyaknya volume dari campuran solvent-residue yang dibutuhkan untuk menghasilkan noda minyak atau cincin yang bertahan 2 menit pada kertas saring

 

Solvent-residue mixture

Campuran dari 10mL solvent dengan sembarang Residue yang terdapat dalam Centrifuge tube.

 

 

Manual singkat

100mL sample LPG di uapkan dalam 100mL Centrifuge tube. Volume residue yang tersisa setelah dipanaskan 38°C diukur dan di catat, untuk melarutkan sembarang residue, 10mL solvent ditambahkan pada centrifuge tube. Volume yang kecil dari campuran solvents-residue di masukan kedalam kertas saring. Penampakan dari kertas saring yang mana residue solution telah ditambahkan untuk

 

Gangguan

Karat. Kotoran (dapat mengganggu pengujian) bersihkan sebelum di lakukan

 

PERALATAN

  1. Centrifuge tube 100mL
  2. Cooling Coil 6m
  3. Cooling bath
  4. mechanical Refrigerated -43°C
  5. Syringe 2mL + 0.1mL
  6. Thermometer ASTM 5C (ranges -38 s/d 50°C)
  7. Thermometer ASTM 57C (Ranges -20 s/d 50°C)
  8. Kertas Saring putih 125mm Diameter (medium Grade)
  9. Pentane / Solvent
  10. Water Bath (set di 38⁰C)
  11. Kawat tembaga 1.6 + 0.1mm diameter, panjang 300mm
  12. Penjepit

 

Persiapan pengujian

  1. Bersihkan semua gelas yang akan digunakan
  2. tambahkan 10mL solvent ke dalam tabung
  3. Beri tanda tengah dari kertas saring dengan menggunakan pensil
  4. Isi Syringe dengan solvents yang terdapat dalam centrifuge tube dan dengan segera masukan 0.1mL dari solvents kedalam tanda (3)
  5. solvent ditambahkan tiap 0.1mL untuk membatasi diameter cincin 30-35mm (kertas saring diletakan keatas 250mL beaker
  6. Diamkan solvents untuk menguap selama 2 menit. Dan tandai minyak yang masih tampak
  7. Melihat cincin oli dengan memegang kertas dengan latar sangat terang
  8. Bila tidak ada minyak setelah dimasukan 1.5mL solvents (maka solvents dan glassware dapat digunakan) bila tidak maka masih belum bersih

 

PROSEDUR pengujain RESIDUE

  1. Pasang cooling coil ke sumber sample
  2. Dinginkan coil dibawah suhu didih sample
  3. Flushing cooling coil dengan sample
  4. Bersihkan dan dinginkan centrifuge tube dengan sample
  5. Penuhi centrifuge tube sampai 100mL dengan sample pembanding LPG
  6. Dengan segera masukan benang tembaga melalui cork yang bersih
  7. Kendurkan penjepit dari katun atau tisu pembersih melalui mulut centrifuge tube
  8. Benang membatu untuk mencegah bumping dan pemanasan yang berlebihan
  9. Bila lebih dari 10mL sample hilang karena bumping masukan sample baru dan ulangi test
  10. Biarkan sample untuk menguap menggunakan pemanas buatan jika diperlukan

Bila pada saat penguapan menyebabkan suhu tabung mencapai suhu ruangan, tampak  residu yang tersisa .

  1. Pasang ujung dari tabung wheatering test kedalam water bath suhu 38ºC selama 5 menit
  2. Catat volume dari residue yang tersisa dengan ketelitian 0.05 mL
  3. Lakukan pemantauan noda / CATAT volume

 

PEMERIKSAAN NODA MINYAK

Dirjen Migas 116.K/10/DJM/2020

 

  1. Tambahkan pelarut kedalam centrifuge tube untuk menambahkan sampai dengan volume 10mL
  2. Tambahkan pelarut dari botol yang telah dibersihkan dan dengan hati-hati bersihkan bagian bawah dari tabung centrifuge tube
  3. Aduk dengan perlahan sehingga semua residue pada bagian bawah dari tabung larut kedalam pelarut.
  4. Aduk menggunakan ujung syringe Atau pipet (solvent residue  mixture)
  5. Tandai bagian tengah dari kertas saring
  6. Isi syringe sebanyak 1.5mL solvent residue mixture
  7. Pada bagian tengah kertas saring dengan tepat
  8. Setelah memasukan 0.3 mL residue mixture, tiap 0,1mL per 2menit, bila tidak ada cincin minyak tampak ketika memegang kertas saring diantara mata dan sinar terang, lakuan pelaporan
  9. Laporan Lulus (jika kertas bersih) dan Gagal (jika ada minyak tampak)
  10. Bila ada cincin yang tampak. lakukan engujian pada suhu ruangan dibawah 5ºC

 

Report

 

-       Nilai O, dibagi 10 dari diameter dalam satuan mm

-       Nilai R, Volume residue dalam (mm) dikalikan 200

 

 

 

 


Wednesday, November 11, 2020

Gas Permeameter - OFITE

 Gas Permeameter - OFITE

 

Tujuan Alat

Permeabilitas adalah untuk mengukur kemampuan suatu fluida untuk mengalir melalui pori-pori
media, saat media mengalami tekanan diferensial (dihitung menggunakan Rumus Darcy's Law)

Fungsi utama well Cement adalah untuk mengisolasi / menutup casing dari WELL BORE, seal ini mencegah migrasi cairan ke anulus dan ke permukaan.

 

Cara Kerja

Permeameter OFITE digunakan untuk mengukur permeabilitas semen atau spesimen inti dengan diameter satu inci dan panjang satu inci. Spesimen ditempatkan ke dalam selongsong, yang kemudian dimasukkan ke dalam sel uji gaya "Modified Hassler". Nitrogen pada laju aliran konstan dipaksa melalui inti dan tekanan diferensial melintasi inti diukur. Laju aliran diukur dengan pengukur aliran yang dikalibrasi. Viskositas dengan mudah ditentukan dengan penggunaan tabel properti nitrogen. Variabel ini digabungkan ke dalam hukum Darcy untuk menghitung permeabilitas sampel Cement 

Peralatan yang dibutuhkan 

  1. Digital Caliper
  2. Flowmeter, Low range 
  3. Flowmeter, High range 
  4. Nitrogen
  5. Calculator 
  6. Cement mold 
  7.  Tabel API Specification 10
  8.  Instrument Gauge
     
    Persiapan Pengujian
    1. Buka sumber nitrogen 200 PSI (1.379 kPa). 
    2. Hubungkan unit ke stopkontak 220V 
    3. Tempatkan Spesimen kering di Specimen Holder
    4. pasang spesimen holder di Sleeve 

     

     

    Pengujian sample 
    1. pasang sleeve diantara pressure plates pada permeameter (pastikan permukaan core tidak menyentuh permukaan Pressure plates 
    2. dengan menggunakan tangan Putar Screw bagian bawah kearah atas dengan kencang / kuat
    3.  Putar Pressure regulator kearah kiri CCW / tutup
    4. Buka Nitrogen supply Valve 
    5. Buka Flowmeter 1 dengan memutar kearah jam (sampai maksimal) 
    6. Flowmeter 2 lebih sensitiv dari flowmeter 1 , jika flowmeter 1 tidak ada aliran pada sumber tekanan 180 PSI , tutup Flowmeter 1 
    7. buka Valve Flowmeter 2 dan tutup valve selanjutnya 
    8. Buka Regulator (CW) hingga flowmeter di posisi register 10 (catat tekanan (p1) di pressure gauge 
    9. Lanjutkan pembukaan nitrogen, dan catat tekanan tiap kenaikan 10 
    10. Lakukan perhitungan dengan rumus dibawah ini  

     

     







     
     

 

Gas Porosimeter

Porosimeter - BLP-530 Gas Porosimeter

 


 


 

 

Tujuan 

Untuk mengukur porositas efektif sampel inti dengan cepat dan akurat. 

Porositas = persentase kekosongan dalam media padat. 

Porositas efektif = persentase kekosongan dalam media padat di mana ruang pori saling berhubungan.

 

Cara kerja 

 


Sampel ditempatkan ke dalam wadah sampel kedap udara dan diberi tekanan
dengan volume yang diketahui. 

Setelah tekanan stabil, P1 ditutup, dan  valve P2 dibuka, yang memungkinkan gas di dalam reservoir / reference untuk mengalir ke sample chamber. Setelah kesetimbangan tercapai, tekanan baru P2 sistem diukur dan dicatat. Porositas efektif dari spesimen inti dihitung dengan menggunakan Hukum Boyle (P1V1 = P2V2) 

V1 dan V2 adalah konstanta, yang bergantung pada geometri unit dan porositas efektif inti.
 

 


Peralatan yang di butuhkan 

  1. Ofite Porosimeter 

  2. Vacuum Pump 

  3. Nitrogen / Helium (500PSI) 

  4. Nitrogen / Helium Regulator   

  5. Tubing 

  6. O-RIng 

  7. Vacuum Grease

  8. Power listrik 220V 

  9. Calibration Block 

  10. Calculator / Excell Program 

  11. Caliper, Digital, 0 - 6", 0.001", Stainless Steel




     

Persiapan pengujian 

  1. Semua Valve diatur ke Vertical 
  2. Regulator diputar kekiri (tutup sampai habis) 
  3. Nyalakan Alat  (tunggu 5-10 menit) --> Display menunjukan angka Nol
  4. Ukur Diameter dan panjang Specimen menggunakan Caliper  (catat)
  5. Masukan Specimen kedalam sample Holder 
  6. beri vacuum grease tipis pada O-ring 

 

Pengujian sample tanpa Vacuum

  1. pasang ke alat Specimen holder yang berisi Specimen (kencangkan menggunakan tangan)
  2. Rubah valve P2 test ke posisi OFF (putar ke kanan)
  3. Putar regulator ke kanan, dan atur hingga mencapai 180PSI / 1.242 kPa
  4. Putar valve P1 Lock in ke posisi OFF (putar ke kanan) = Sumber Nitrogen ditutup
  5. tunggu hingga tekanan stabil (catat) - P1
  6. Valve Three way (tetap posisi TEST) = Vertical 
  7. Putar Valve P2 ke posisi vertical (Test) 
  8. diamkan P2 hingga tekanan stabil = Catat sebagai P2
  9. Didapat P1, P2, D (diameter), L (panjang) 
  10. Masukan nilai tersebut kedalam kalkulator Excell
  11. setelah selesai pindahkan three way valve ke posisi VENT 

Pengujian sample dengan Vacuum 

(hanya khusus untuk ukuran pore dibawah 2%)

  1. pasang ke alat Specimen holder yang berisi Specimen (kencangkan menggunakan tangan) 
  2. Putar valve P1 Lock in ke posisi OFF (putar ke kanan) = Sumber Nitrogen ditutup
  3. Rubah valve P2 test ke posisi OFF (putar ke kanan) 
  4. Rubah Valve Three way (posisi Vacuum)
  5. Nyalakan Vacuum Pump, hingga penunjukan tekanan stabil / diam
  6. putar Valve Three way (tetap posisi TEST) = Vertical
  7. Putar valve P1 Lock in ke posisi Test (Vertical) = Sumber Nitrogen dibuka
  8. Putar regulator ke kanan, dan atur hingga mencapai 180PSI / 1.242 kPa
  9. Putar valve P1 Lock in ke posisi OFF (putar ke kanan) = Sumber Nitrogen ditutup
  10. tunggu hingga tekanan stabil (catat) - P1
  11. Valve Three way (tetap posisi TEST) = Vertical
  12. Putar Valve P2 ke posisi vertical (Test) 
  13. diamkan P2 hingga tekanan stabil = Catat sebagai P2
  14. Didapat P1, P2, D (diameter), L (panjang) 
  15. Masukan nilai tersebut kedalam kalkulator Excell
  16. setelah selesai pindahkan three way valve ke posisi VENT

 Lakukan perhitungan Dengan Software Excel menggunakan Formula dibawah ini

rumus



 

Tuesday, August 4, 2020

Wax melting point - ASTM D87

SOP Wax melting point - ASTM D87




PENGERTIAN
Adalah pengujian untuk menguji titik leleh dari lilin, di lihat dari kurva kenaikan yang sedikit (hampir rata)

Temperature sample yang dapat di uji 38 s/d 82⁰C

PERALATAN YANG DIBUTUHKAN

  1. Test Tube
  2. Air Bath
  3. Water Bath
  4. Melting Point Thermometer (ASTM 14C/F)
  5. Bath Thermometer (ASTM 14C/F)
  6. Thermometer Holder
  7. Stopwatch
  8. Oven (maksimum set  ke 93⁰C)
  9. Kertas dan Pena
  10. Air (16-28 ⁰C)


PENGUJIAN SAMPLE 
  1. Isi Water Bath dengan air, sedalam 13mm (1/2 inch) dari permukaan (dengan temperature air 16-28 ⁰C) 
  2. Pasang termometer Water Bath
  3. Panaskan sampel lilin hingga setidaknya 8°C di atas titik leleh menggunakan OVEN atau Water Bath  
  4. Jika tidak diketahui, maka panaskan hingga 10⁰C dari sample terlihat meleleh
  5. Tuangkan lilin ke dalam test Tube sampai garis (51mm)
  6. Pasang Termometer ke dalam Test Tube, dengan 10mm dari bawah Test Tube
  7. Pasang Test Tube gabus ke dalam Air Bath
  8. Baca dan catat pembacaan termometer setiap 15 detik, denga ketelitian 0.05⁰C

PELAPORAN
  • Hasil pelaporan adalah temperature pertama setelah di dapat nilai yang datar dari 5 titik ( perbedaan hanya 0.1⁰C) 
  • (pelaporan dengan ketelitian 0.05⁰C Manual Methode) 

REPEATABILITY = 0.11⁰C
REPRODUCIBILITY  = 0.41⁰C



Saturday, December 14, 2019

Relative density (Schilling Effusiometer)




Relative density  (Schilling Effusiometer)
IP 59 - C



TUJUAN
Metode ini biasa digunakan untuk menentukkan nilai densitas atau kepadatan relatif dari gas.



Peralatan dan Bahan  yang dibutuhkan 
  1. External Cylinder
  2. Internal Tube dengan garus atas dan bawah 
  3. Orifice 
  4. O-ring small for orifice
  5. Distiilate Water
  6. Compressed air
  7. Sample Gas
  8. Thermometer IP39C 
  9. Tabel konversi Temperature ke tekanan 
  10. Valve 1 (pada orifice) 
  11. Valve 2 (flushing)
  12. Valve 3 (sample) 
  13. Barometer  (mmHg)
  14. Stopwatch 
  15. Formula Calculator 


Garis Besar Metode 
Metode ini didasarkan pada kenyataan bahwa setiap kali volume gas yang sama diambil yang mengalir melalui  lubang kecil di bawah kondisi yang sama sebanding dengan akar kuadrat dari kepadatan gas. ini adalah metode yang cepat dan nyaman untuk menentukan kepadatan atau relatif terhadap udara pada suhu dan tekanan yang sama.


INSTRUKSI KERJA

PERSIAPAN ALAT
1. Tempatkan alat pada suatu tempat yang stabil dan bebas goncangan.
2. Lepaskan thermometer 
3. Buka 4 Baut dengan tangan 
4. Angkat tutup
5. Isi dengan Air sampai garis batas atas Inner Tube (semua posisi Valve terbuka)
6. Pasang kembali tutup dan baut dan thermometer sesuai awal
7. Buka tutup Orifice (pasang kembali tutup saat alat tidak digunakan) 
        
PENGERJAAN

Penentuan t2
  • Tutup Valve 1 dan 2
  • Masukan tekanan udara   menuju inner cylinder melalui  Valve 3, hingga level air dibatas tanda bawah. 
  • Tutup Valve 3 
  • Diamkan selama 2 menit (suhu udara sama dengan  suhu air)
  • Adjust Valve 1 dengan perlahan hingga permukaan air di inner tube di garis bawah.
  • Buka Valve 1 dan bersamaan START Stopwatch, STOP Stopwatch pada garis atas (lakukan 3x dan hitung rata-rata)
  • simpan sebagai t2


Penentuan t2

  • Buka valve 3 (valve 1 dan 2 masih tertutup)
  • Masukan sample GAS  melalui valve 3, sehingga GAS menekan level air inner tube hingga batas tanda bawah 
  • Lalu tutup valve 3
  • Buka valve 2 sampai batas air di  garis atas (flushing) lalu tutup kembali (lakukan hingga 3x hingga dalam inner tube hanya sample gas)
  • Masukan kembali sample ke valve 3 sampai garis bawah (inner tube) lalu tutup valve 3 
  • Tunggu 2 menit 
  • Buka Valve 1 dan bersamaan START Stopwatch, STOP Stopwatch pada garis atas (lakukan 3x dan hitung rata-rata)  
  • Simpan sebagai t1

 Kalkulaor online

Formula perhitungan
W = konversi dari temperature ke Tekanan air pada table 1. 
P = nilai di barometer sensor 
p = 11mm 
11. Hitung menggunakan Excel yang tersedia untuk menghitung density

INDIKATOR & UKURAN KEBERHASILAN
1. Lalukan pengujian tekanan udara dan gas selama 3 kali dan ambil rata-rata
2. Selalu mengulangi pengujian t2 jika temperature air sudah berubah 


 

Friday, June 21, 2019

penambahan air ADA 5000 - KOEHLER

 

Prosedur penambahan Coolant ADA 5000 - KOEHLER 

Coolant yang dapat digunakan : 
Urutan terbaik dari atas 

- Prestone Radiator Coolant
- Yamaha Radiator Coolant 
- Toyota Radiator Coolant 
-  Honda Radiator coolant









  1. Lepaskan Kabel Power, Kabel data, Kabel Printer, PT100 sensor 
Buka Baut depan (3) 



    Buka Samping kanan (2) Buka Samping Kiri (2) 




    Buka 3 baut Belakang 


    Lepaskan penutup, Belakang

    Buka Tutup tanki (kotak) 







      Isi cairan pendingin dengan Selang dan Corong, sampai Hapir penuh (ketinggian 1cm dari permukaan)

      Tutup kembali ...... / kembalikan seperti semula

      Bila ada pertanyaan
      Ichwanuddin - 08119341111


      Friday, February 8, 2019

      Density of Semi-Solid Bituminous Materials ASTM D70

      Density of Semi-Solid Bituminous Materials

      ASTM D70 






      I.                 

               DATA-DATA PERALATAN dan Chemical
      1.       Circulator bath set 60⁰F
      2.       Cooling Circulator bath
      3.       D70 Bracket
      4.       Bracket
      5.       Pycnometer Glass
      6.       Pycnometer Stopper
      7.       Cover
      8.       Water
      9.       Analytical Balance
      10.    Oven
      11.    Calculator
      12.    Beaker 600mL / Bracket
      II.                  Bagian alat


      III.                Persiapan Pengujian
      1.       Isi Bath dengan air masak hingga batas dimana bagian atas Pycnometer akan direndam pada kedalaman tidak kurang dari 40mm
      2.       Nyalakan Circulator bath dan set pada 60⁰F = 15.6⁰C
      3.       Nyalakan Cooling Circulator bath
      4.       Pasang Bracket
      5.       Kunci Braket / kencangkan
      6.       Pertahankan bath pada temperature 60/60F (tunggu hingga stabil)

      IV.                Kalibrasi gelas Pycnometer
      1.       Pycnometer : Bersihkan è keringkan è timbang Pycnometer è catat = A
      2.       Keluarkan Beaker dari Bath
      3.       Isi Pycnometer dengan air baru masak
      4.       Pasang Stopper (kendur)
      5.       Letakan Pycnometer ke beaker
      6.       Kencangkan / tekan Stopper
      7.       kembalikan Beaker ke Bath
      8.       Diamkan selama 30 menit
      9.       Keluarkan pycnometer è keringkan / bagian atas dengan tissue kering dengan satu usapan
      10.    Dan keringkan bagian luar pycnometer yang lain
      11.    Timbang (pycnometer + air) è catat = B

      V.                  PERSIAPAN SAMPLE
      1.       Panaskan aspal dengan sambil diaduk hingga mudah dituang (tidak melebihi 110⁰C diatas nilai softening point=maksimal 60menit)
      2.       Tuang Sample kedalam pycnometer hingga ¾ kapasitas pycnometer
      3.       Yakinkan semua permukaan rata dan tidak ada gelembung
      4.       Diamkan di temperature ruangan selama maksimal 40menit
      5.       Timbang Stopper
      6.       Timbang è (Pycnometer + sample)  è  catat = C
      7.       Note è jika ada buble bakar dengan api kecil pycnometer
      8.       Keluarkan beaker dari water bath
      9.       Isi pycnometer dengan air
      10.    Pasang Stopper ke pycnometer dengan kendur
      11.    Jangan biarkan ada udara terjebak didalam pycnometer
      12.    Letakan pycnometer kedalam bath dan kunci
      13.    Kencangkan Stopper
      14.    Diamkan selama 30menit dalam bath
      15.    Keluarkan pycnometerè keringkan dengan 1 kali usapan tissue tutup dan sisi luarnya (biarkan bila ada embun)
      16.    Timbang Pycnometer + Aspal + air + tutup è catat  = D

      Hitung menggunkan Rumus



      A = Berat pycnometer (plus stopper)
      B = Berat pycnometer diisi air
      C = Berat pycnometer Sebagian diisi aspal
      D = Berat pycnometer + asphalt + water.


      Density pada temperature 15⁰C
                      = SG  x WT

      WT                = Density air
                      = 999.1 kg/m3



      prosedur pembuatan susu kedelai