Friday, June 21, 2019

penambahan air ADA 5000 - KOEHLER

 

Prosedur penambahan Coolant ADA 5000 - KOEHLER 

Coolant yang dapat digunakan : 
Urutan terbaik dari atas 

- Prestone Radiator Coolant
- Yamaha Radiator Coolant 
- Toyota Radiator Coolant 
-  Honda Radiator coolant









  1. Lepaskan Kabel Power, Kabel data, Kabel Printer, PT100 sensor 
Buka Baut depan (3) 



    Buka Samping kanan (2) Buka Samping Kiri (2) 




    Buka 3 baut Belakang 


    Lepaskan penutup, Belakang

    Buka Tutup tanki (kotak) 







      Isi cairan pendingin dengan Selang dan Corong, sampai Hapir penuh (ketinggian 1cm dari permukaan)

      Tutup kembali ...... / kembalikan seperti semula

      Bila ada pertanyaan
      Ichwanuddin - 08119341111


      Friday, February 8, 2019

      Density of Semi-Solid Bituminous Materials ASTM D70

      Density of Semi-Solid Bituminous Materials

      ASTM D70 






      I.                 

               DATA-DATA PERALATAN dan Chemical
      1.       Circulator bath set 60⁰F
      2.       Cooling Circulator bath
      3.       D70 Bracket
      4.       Bracket
      5.       Pycnometer Glass
      6.       Pycnometer Stopper
      7.       Cover
      8.       Water
      9.       Analytical Balance
      10.    Oven
      11.    Calculator
      12.    Beaker 600mL / Bracket
      II.                  Bagian alat


      III.                Persiapan Pengujian
      1.       Isi Bath dengan air masak hingga batas dimana bagian atas Pycnometer akan direndam pada kedalaman tidak kurang dari 40mm
      2.       Nyalakan Circulator bath dan set pada 60⁰F = 15.6⁰C
      3.       Nyalakan Cooling Circulator bath
      4.       Pasang Bracket
      5.       Kunci Braket / kencangkan
      6.       Pertahankan bath pada temperature 60/60F (tunggu hingga stabil)

      IV.                Kalibrasi gelas Pycnometer
      1.       Pycnometer : Bersihkan è keringkan è timbang Pycnometer è catat = A
      2.       Keluarkan Beaker dari Bath
      3.       Isi Pycnometer dengan air baru masak
      4.       Pasang Stopper (kendur)
      5.       Letakan Pycnometer ke beaker
      6.       Kencangkan / tekan Stopper
      7.       kembalikan Beaker ke Bath
      8.       Diamkan selama 30 menit
      9.       Keluarkan pycnometer è keringkan / bagian atas dengan tissue kering dengan satu usapan
      10.    Dan keringkan bagian luar pycnometer yang lain
      11.    Timbang (pycnometer + air) è catat = B

      V.                  PERSIAPAN SAMPLE
      1.       Panaskan aspal dengan sambil diaduk hingga mudah dituang (tidak melebihi 110⁰C diatas nilai softening point=maksimal 60menit)
      2.       Tuang Sample kedalam pycnometer hingga ¾ kapasitas pycnometer
      3.       Yakinkan semua permukaan rata dan tidak ada gelembung
      4.       Diamkan di temperature ruangan selama maksimal 40menit
      5.       Timbang Stopper
      6.       Timbang è (Pycnometer + sample)  è  catat = C
      7.       Note è jika ada buble bakar dengan api kecil pycnometer
      8.       Keluarkan beaker dari water bath
      9.       Isi pycnometer dengan air
      10.    Pasang Stopper ke pycnometer dengan kendur
      11.    Jangan biarkan ada udara terjebak didalam pycnometer
      12.    Letakan pycnometer kedalam bath dan kunci
      13.    Kencangkan Stopper
      14.    Diamkan selama 30menit dalam bath
      15.    Keluarkan pycnometerè keringkan dengan 1 kali usapan tissue tutup dan sisi luarnya (biarkan bila ada embun)
      16.    Timbang Pycnometer + Aspal + air + tutup è catat  = D

      Hitung menggunkan Rumus



      A = Berat pycnometer (plus stopper)
      B = Berat pycnometer diisi air
      C = Berat pycnometer Sebagian diisi aspal
      D = Berat pycnometer + asphalt + water.


      Density pada temperature 15⁰C
                      = SG  x WT

      WT                = Density air
                      = 999.1 kg/m3



      Ductility aspal - test pada 25 C




      I.             DATA-DATA PERALATAN dan Chemical

      1.       Mold / cetakan
      2.       Circulator Cooling system (25C)
      3.       Water Bath (K8006x)
      4.       Testing Machine (K8006x)
      5.       Thermometer ASTM 63C / digital
      6.       Alas kuningan
      7.       Spatula / pisau
      8.       Air
      9.       Cleaning solvent
      10.    Penambah Density (glycerin/ethlyne glycol/ dll)
      11.    Pelapis alas (resin, glycerin, dextrin, talc, kaolin
      12.    Saringan / sieve 300µm
      13.    Oven

      II.                  Bagian alat



      1.       Power Switch
      2.       Operation Touch Screen Control Panel
      3.       Pengatur ketinggian / kemiringan
      4.       pemegang dan Penarik Mold
      5.       Penutup
      6.       Gear box
      7.       Mold





      III.   PErsiapan pengujian
      1.     Siapkan Bath dan set 25°C (power circulator bath dan main unit) è  tunggu hingga tercapai dan stabil
      2.     Tampilan main unit

      3.     Olesi bagian alas kuningan dengan pelumas
      4.     Olesi sisi dalam bagian a dan a’ (gambar dibawah/garis merah)

      5.     Panaskan sample sambil di aduk hingga mudah mencair dan merata
      6.     Pasang Mold di piring kuningan. (ganjal atau kunci dengan pemberat agar tidak bergeser)

      7.     Tuang aspal (sambil di Saring aspal dengan saringan  300µm) hingga permukaan atas rata (di tuang dengan lapisan tipis sedikit sedikit dari sisi satu ke sisi yang lain)
      8.     Dinginkan pasa suhu ruang 35 + 5 menit 
      9.     Masukan kedalam dalam bath 25⁰C 35 + 5 menit 
      10. Keluarkan dari bath
      11. Buang kelebihan aspal menggunakan spatula panas
      12. Lepaskan sisi a dan a’
      13. Lepaskan Plat bawah
      14. Pasang pada pisisi kedua pin dengan perlahan
      15. Masukan Mold + sample kedalam bath diamkan selama 90 menit + 5 menit  Atau bisa menggunakan timer dan set di 90



      16. Pilih method (D113) è Main


      17.  Atur timer di 90 è  Start è Main

      18. Tutup alat
      19. Tekan tombol start à setelah 90 menit (sesuai timer) Motor akan berputar dan akan menaik sisi kiri (bergerak)
      20. Lakukan pengamatan (bisa mengunakan 3 sample)
      21. Bila aspal putus tekan tombol set  sesuai dengan urutan
      22. Laporkan panjang nya dalam “mm”

      Catatan :
      -          Seharusnya tidak ada aspal yang melambai / turun /jatuh. Jika iya, maka berarti SG liwud bathnya perlu di samakan dengan density aspal dengan menambahkan additive
      -          Pada tuas pengunci harus pas posisi gigi-giginya baru dikunci






      prosedur pembuatan susu kedelai