Sunday, June 3, 2018

Suara dan Gerakan Pernapasan dan Mengurangi gugup dalam pidato

Suara dan Kepercaan diri dalam Pidato 



إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” [Ar-Ra’d/13:11].

"Bakat itu adalah 1% ilham ditambah 99% kerja keras." Ini adalah kata-kata yang diucapkan oleh Thomas Alva Edison ketika orang-orang bertanya apakah dia merupakan orang yang berbakat.


________________________________
Seperti di materi awal telah di sebutkan bahwan bagian Umum pidato adalah sebagai berikut 

1. Salam 
2. Muqodimah, Hamdalah, sholawat,
3. Doa Nabi Musa
4. Pembacaan Ayat Al-qur'an / hadits atau ke duanya 
5. Penghormatan (ihtirom) - 
6. Materi
7. Permohonan Maaf dan terimakasih
8. Salam penutup 

Saat pidato salam adalah awal dari suara yang di dengar oleh pendengar, 
oleh karena itu salam yang baik adalah salam yang berwibawa, sesuai dengan karakter dalam pidato atau sambutan yang akan di sampaikan.
pengertian Suara sendiri adalah proses Bergetarnya pita suara saat menghembuskan atau mengeluarkan nafas, sehingga, untuk keluarnya suara dibagi tiga berdasarkan Cara Bernafas.  

3 Macam Nafas dan suara serta cara nya 
1. Dada - untuk pembukaan Pidato karena lebih berwibawa dan lebih tegas, Sedih, 
2. Tenggorokan - Suara akan datar, cocok untuk awal pidato atau pembukaan, penghormatan 
3. Perut - Digunakan untuk Nada tinggi, atau penekanan-penekanan (Stressing) kata yang akan di ucapkan 

Cara pernafasan 
1. Nafas dada adalah dengan menarik Nafas Dan Dada menjadi Membusung atau penuh, 
2. Cara Nafas Perut adalah dengan menarik Nafas Dan Perut menjadi Keras atau penuh, 
3. Nafas Tenggorokan adalah pernafasan umum / sehari-hari 

Trik Nafas Untuk mengurang Grogi 
dengan cara menarik nafas menggunakan hidung dalam-dalam secara cepat dan di letakan di perut, tahan beberapa detik, kemudian mengeluarkan kembali dengan cepat. dilakukan berulang-ulang


Gerakan dan Kepercaan diri dalam Pidato 

Banyak materi di web yang bagus untuk mengurangi Grogi, contoh: 


Doa untuk tidak gugup sebelum Maju: Baca Surah Al Insyirah (kelapangan) 
............... أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

berikut saya tambahkan, minum air putih. Berolah raga, tidak kekenyangan
Untuk hal yang pertama kali dilihat dalam pidato adalah Masuknya atau hadirnya penceramah, ke panggung atau podium, maka penampilan menjadi penting, tidak mencolok dan Rapih, berikut beberapa trik untuk menarik perhatian pendengar

1. Kuasailah materi dengan sangat baik, 
2. Masuk ke Lokasi dengan waktu yang cukup untuk istirahat dan menenangkan diri
3. Masuklah dari sebelah kiri, bila di lihat dari pendengar, untuk 
4. Berdirilah dengan mantap tapi rileks, jika masih gugup maka kaki kanan atau kiri agak dimajukan sedikit (2 s/d 5 jari)
5. bila Mic di Pegang, maka Pegang Mic dengan nyaman, dan tidak menyentuh Bibir (1 s/d 2 jari) dan mic tidak banyak menghalangi wajah kita, bila suara kurang mantap bisa lebih didekatkan sesuai dengan penekanan-penekanan (posisi berubah-ubah)
6. Jika Mic ada Pemegangnya jangan di pegang, cukup diatur tinggi nya saja di awal. 
7. Tunggu beberapa saat hingga pendengar sudah siap akan penyebutan salam kita
8. Ucapkan salam (cukup sekali) bila sedikit yang menjawab, tidak perlu meminta pendengar menjawab salam
9. Bacakan Hamdalah , dan ayat atau hadits dengan Fasih, karena kefasihan bacaan bisa di buat untuk mengukur keilmuan penceramah.
10. Untuk Ihtirom atau penghormatan, dapat meminta kepada MC daftar yang diperlukan disebutkan
11. lalu sampaikan Materi dengan Retorika (menarik, interaktif dll) akan di bahas selanjutnaya
12. Bila ada ayat yang dibaca harus Fasih, jika tidak fasih sebaiknya menggunakan text, atau terjemahan saja. (ayat sesuai Tema/tematik) 


Ichwanuddin, materi PKD 2018





























Sunday, February 4, 2018

azan dan adab

n(أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ، أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ إِلاَّ اللهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ إِلاَّ الله.

أَشهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله، أَشهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ.

حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ، حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ.

أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ. لاَ اِلهَ إِلاَّ الله.

jawaban Azan sesuai dengan yang di baca oleh muadzin

dan untuk

أَشهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.
sesuai bacaan dan bersholawat kepada Nabi

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
 لا لحول ولاقوة إلا بالل  dijawab

اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ

dijawab
صَدَقْتَ وَبَرَرْتَ وَاَنَا عَلَى ذَلِكَ مِنَالشَّاهِدِيْنَ

Etika Azan
jari 2 nya kedua telinga nya (jempol dibelakang. telunjuk masuk telinga)
agar bisa tau suara nya aslinya
orang tuli tau dia sedang azan
menghadap kiblat
menoleh :
حَيَّ عَلَى الصَّلاَة kekanan ِ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَة ِkekiri

ditempat yang tinggi
suara nya bagus.
Berwudlu

Azan hanya untuk sholat Fardu
tidak untuk sholat sunnah

jumhur.
azan untuk sholat yang lupa dan ketiduran

Imam Syafii
kaul Qodim : azan
kaul Jadid : tidak perlu azan 

Doa setelah Mendengar Azan
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

“Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan yang sempurna dan shalat yang didirikan. Karuniakanlah kepada junjungan kami Nabi Muhammad wasilah, keutamaan, kemuliaan, dan derajat yang tinggi. Dan angkatlah ia ke tempat yang terpuji sebagaimana telah Engkau janjikan.”

---------

textual dan kontektual
mengenai menghadap kiblat.
bukan ke arah tertentu. tetapi kearah kiblat. karena beda tempat beda arah.

Jumhur : mayoritas ulama

prosedur pembuatan susu kedelai