Saturday, July 21, 2018

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُلِلهِ,
اَلْحَمْدُلِلهِ  جَبَّارِالْقَهَّارُ   
اَلْحَمْدُلِلهِ غَفَّارِ السَّتَّارُ  
Wassolatuwasalamu ‘ala nabiyil mukhtar
Wa ‘ala alihi athar
Waashabihil akhyar, wamantabiahum biihsani ila yaumil mahsyar

ASyhadualla ilahaillah wahdahula syarikala
Waashaduanna sayyidana wamaulanaa nabiyina muhammadan , ‘Abduhu warosuluhu, La nabiya ba’da
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
 وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِييَفْقَهُوا قَوْلِي
اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا التِبَاعَةَ
وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا. اجْتِنَابَهُ
Qollahu Ta’ala fil qur’anil karim a’udzu billahi ….
وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا
Kepada para Ustad, Para Ulama, semoga senantiasa dirahmati oleh Allah.
Wabil Khusus Hadir pada saat ini Ustadz Iman Lubis, Ustadzah Hajah Afifah.
yang dengan sabar dan tekun tanpa putus asa, terus membina dan membimbing kita semua untuk menegakan syariat Allah Subhanahu wata’ala.
Semoga mereka semua mendapatkan limpahan Rahmat dan Pahala dari Allah SWT
Dan juga tidak lupa Kepada semua yang hadir Mahasiswa Mahasiwi PKD semoga kita semua  mendapatkan Rahmat dan  Barokah dari Allah SWT.


Pada kesempatan ini saya ingin mengingatkan.
Yang pertama
Bahwa antara yang hak dan yang bathil akan selalu berhadap-hadapan sampai hari kiamat
Bahwa antara yang hak dan yang bathil tidak akan pernah ada kedamaian sampai hari kiamat , Saudara
Antara hak dan yang batil akan selalu mencari cara untuk saling menjatuhkan, untuk saling mengalahkan , untuk saling menguasai,
Mimpi di siang bolong kalau kita ingin membuat antara hak dan yang batil hidup berdamping-dampingan saudara
Maka dari itu
Allah sudah nyatakan dalam Al’Qur anul karim ,
faqola ta’ala
: وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا
, sodaqollahu hul azim

Tegas Allah Nyatakan : Katakan wahai Rasul,
 جَاءَ الْحَقُّ telah datang yang Haq
وَزَهَقَ الْبَاطِلُ   maka sirnalah Kebatilan
إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا , sesungguhnya kebatilan pasti akan sirna.
Sodara, untuk memahami ayat ini, jangan hanya mengambil penggalan akhir,
jangan hanya mengambil إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا, sesungguhnya kebatilan akan sirna.
Sehingga dijadikan alasan untuk sebagian orang untuk tidak berjuang saudara..
اتقوا الله … takutlah kepada Allah،
jangan sembarangan untuk memutar balikan ayat
Ayat ini tidak boleh dijadikan alasan untuk Duduk berpangkutangan.
membiarkan kebatilan meraja lela dihadapan kita,
Haram
Tapi Bacalah secara utuh .
Allah menyatakan
“وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ,
 جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ,
 جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ,
Datang yang Haq, Sirna  yang batil
Datang yang Haq, lenyap yang batil
Datang yang Haq, Hilang  yang batil
ARTINYA
Sirna nya kebatilan,
Lenyapnya Kebatilan,
Hilangnya Kebatilan
Di ikat, Disyaratkan dengan datangnya yang Haq, saudara
Jadi Jika yang hak tidak pernah di suarakan,
Yang haq tidak pernah di tegakan
Yang hak tidak pernah diperjuangkan
Yang hak tidak pernah dilaksanakan
Mimpi di siang bolong kalau yang batil akan sirna dari depan kita saudara
Takbir
Dulu ada seorang namrud datang dengan kebatilan
Kemudian Allah utus manusia yang mulia
Yang dicintai oleh Allah membawa yang haq untuk melawan kebatilan Namrud, Dialah Ibrahim AS
Terjadi pegumulan antara yang haq dan yang batil dan sesuai dengan yang sudah menjadi Janji Allah
Dimana yang haq sudah datang, kebatilan akan sirna.
Lalu masa itu berlalu
Kemudian datang lagi Manusia durjana, yang sombong dan merasa perkasa, memiliki harta dan pasukan bala tentara yang begitu banyak akhirnya dia mengaku sebagai Tuhan saudara,
Lalu Allah mengutus rasulnya untuk mendatangkan yang haq dan melawan kebatilan tersebut
Siapa yang batil? Fir’aun
Siapa yang haq? Musa AS
Lalu terjadi pertempuran antara keduanya.
Sodaqollahu azim,
maha benar allah dengan segala janjinya
Kalau yang haq  dan yang batil sudah berhadapan, pasti yang batil akan sirna
Kemudian datanglah masa nabi kita Sayiduna Muhammad SAW.
Nabi membawa yang haq
Mengapa?, karena pada saat itu
masyarakat Jahiliah melakukan keaneka ragaman kebejatan moral, Judi, Zina, mengubur bayi hidup-hidup , kemusrikan , kejahatan ,kedurjanaan
Semua kebatilan ada di jaman Jahiliah saudara,
Rasulullah membawa yang haq, terjadi pergumulan antara yang Haq dan yang batil
Dan akhirnya Allah memenangkan yang Haq dan menghancurkan kebatilan kafir  Quraish
Alhamdulillah
Kenapa saya sampaikan ini saudara?
Artinya sudah merupakan sunnatullah,
Jika ingin menjadikan yang batil itu sirna,
Yang haq harus kita tegakan,
yang haq harus kita perjuangkan
Jangan mimpi.….
duduk gak mau berjuang dan lalu menyatakan yang batil akan sirna begitu saja
Omong kosong.

Akhirnya  
Saya yakin kita semua yang hadir disini ikut PKD
Demi membuka jalan untuk dapat menyampaikan yang Haq dan untuk melawan yang batil
Insya Allah
Ingat kewajiban kita berjuang bukan menang saudara
Intinya
Jalankan saja perjuangan
Soal menang atau kalah urusan Allah
Jadi kemenangan itu adalah
Minhatul Ilahiah..
Anugrah illahi saudara
Manakala kita sudah berjauang
Sudah menjalankan  kewajiban
Dengan ikhlas karena allah
Gak usah khawatir, kemenangan akan menjemput kita saudara
Kenapa, karena Allah sudah berjanji dalam ayat yang lain
Faqola taala
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
Hai orang-orang beriman,
Jika kalian menolong agama Allah,
membela agama Allah
Niscaya Allah,
pasti, pasti, Pasti
Memenangkan kamu sekalian .
Itulah yang dapat saya sampaikan
Mohon maaf bila ada kekurangan
وَاللهُ الْمُوَفِّقْ إِلىَ أَقْوَامِ الطَّرِيق
. وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ

sumber

Sunday, June 3, 2018

Suara dan Gerakan Pernapasan dan Mengurangi gugup dalam pidato

Suara dan Kepercaan diri dalam Pidato 



إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” [Ar-Ra’d/13:11].

"Bakat itu adalah 1% ilham ditambah 99% kerja keras." Ini adalah kata-kata yang diucapkan oleh Thomas Alva Edison ketika orang-orang bertanya apakah dia merupakan orang yang berbakat.


________________________________
Seperti di materi awal telah di sebutkan bahwan bagian Umum pidato adalah sebagai berikut 

1. Salam 
2. Muqodimah, Hamdalah, sholawat,
3. Doa Nabi Musa
4. Pembacaan Ayat Al-qur'an / hadits atau ke duanya 
5. Penghormatan (ihtirom) - 
6. Materi
7. Permohonan Maaf dan terimakasih
8. Salam penutup 

Saat pidato salam adalah awal dari suara yang di dengar oleh pendengar, 
oleh karena itu salam yang baik adalah salam yang berwibawa, sesuai dengan karakter dalam pidato atau sambutan yang akan di sampaikan.
pengertian Suara sendiri adalah proses Bergetarnya pita suara saat menghembuskan atau mengeluarkan nafas, sehingga, untuk keluarnya suara dibagi tiga berdasarkan Cara Bernafas.  

3 Macam Nafas dan suara serta cara nya 
1. Dada - untuk pembukaan Pidato karena lebih berwibawa dan lebih tegas, Sedih, 
2. Tenggorokan - Suara akan datar, cocok untuk awal pidato atau pembukaan, penghormatan 
3. Perut - Digunakan untuk Nada tinggi, atau penekanan-penekanan (Stressing) kata yang akan di ucapkan 

Cara pernafasan 
1. Nafas dada adalah dengan menarik Nafas Dan Dada menjadi Membusung atau penuh, 
2. Cara Nafas Perut adalah dengan menarik Nafas Dan Perut menjadi Keras atau penuh, 
3. Nafas Tenggorokan adalah pernafasan umum / sehari-hari 

Trik Nafas Untuk mengurang Grogi 
dengan cara menarik nafas menggunakan hidung dalam-dalam secara cepat dan di letakan di perut, tahan beberapa detik, kemudian mengeluarkan kembali dengan cepat. dilakukan berulang-ulang


Gerakan dan Kepercaan diri dalam Pidato 

Banyak materi di web yang bagus untuk mengurangi Grogi, contoh: 


Doa untuk tidak gugup sebelum Maju: Baca Surah Al Insyirah (kelapangan) 
............... أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

berikut saya tambahkan, minum air putih. Berolah raga, tidak kekenyangan
Untuk hal yang pertama kali dilihat dalam pidato adalah Masuknya atau hadirnya penceramah, ke panggung atau podium, maka penampilan menjadi penting, tidak mencolok dan Rapih, berikut beberapa trik untuk menarik perhatian pendengar

1. Kuasailah materi dengan sangat baik, 
2. Masuk ke Lokasi dengan waktu yang cukup untuk istirahat dan menenangkan diri
3. Masuklah dari sebelah kiri, bila di lihat dari pendengar, untuk 
4. Berdirilah dengan mantap tapi rileks, jika masih gugup maka kaki kanan atau kiri agak dimajukan sedikit (2 s/d 5 jari)
5. bila Mic di Pegang, maka Pegang Mic dengan nyaman, dan tidak menyentuh Bibir (1 s/d 2 jari) dan mic tidak banyak menghalangi wajah kita, bila suara kurang mantap bisa lebih didekatkan sesuai dengan penekanan-penekanan (posisi berubah-ubah)
6. Jika Mic ada Pemegangnya jangan di pegang, cukup diatur tinggi nya saja di awal. 
7. Tunggu beberapa saat hingga pendengar sudah siap akan penyebutan salam kita
8. Ucapkan salam (cukup sekali) bila sedikit yang menjawab, tidak perlu meminta pendengar menjawab salam
9. Bacakan Hamdalah , dan ayat atau hadits dengan Fasih, karena kefasihan bacaan bisa di buat untuk mengukur keilmuan penceramah.
10. Untuk Ihtirom atau penghormatan, dapat meminta kepada MC daftar yang diperlukan disebutkan
11. lalu sampaikan Materi dengan Retorika (menarik, interaktif dll) akan di bahas selanjutnaya
12. Bila ada ayat yang dibaca harus Fasih, jika tidak fasih sebaiknya menggunakan text, atau terjemahan saja. (ayat sesuai Tema/tematik) 


Ichwanuddin, materi PKD 2018





























Sunday, February 4, 2018

azan dan adab

n(أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ، أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ إِلاَّ اللهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ إِلاَّ الله.

أَشهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله، أَشهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ.

حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ، حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ.

أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ. لاَ اِلهَ إِلاَّ الله.

jawaban Azan sesuai dengan yang di baca oleh muadzin

dan untuk

أَشهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.
sesuai bacaan dan bersholawat kepada Nabi

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
 لا لحول ولاقوة إلا بالل  dijawab

اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ

dijawab
صَدَقْتَ وَبَرَرْتَ وَاَنَا عَلَى ذَلِكَ مِنَالشَّاهِدِيْنَ

Etika Azan
jari 2 nya kedua telinga nya (jempol dibelakang. telunjuk masuk telinga)
agar bisa tau suara nya aslinya
orang tuli tau dia sedang azan
menghadap kiblat
menoleh :
حَيَّ عَلَى الصَّلاَة kekanan ِ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَة ِkekiri

ditempat yang tinggi
suara nya bagus.
Berwudlu

Azan hanya untuk sholat Fardu
tidak untuk sholat sunnah

jumhur.
azan untuk sholat yang lupa dan ketiduran

Imam Syafii
kaul Qodim : azan
kaul Jadid : tidak perlu azan 

Doa setelah Mendengar Azan
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

“Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan yang sempurna dan shalat yang didirikan. Karuniakanlah kepada junjungan kami Nabi Muhammad wasilah, keutamaan, kemuliaan, dan derajat yang tinggi. Dan angkatlah ia ke tempat yang terpuji sebagaimana telah Engkau janjikan.”

---------

textual dan kontektual
mengenai menghadap kiblat.
bukan ke arah tertentu. tetapi kearah kiblat. karena beda tempat beda arah.

Jumhur : mayoritas ulama

prosedur pembuatan susu kedelai